Sejarah Banyuwangi

19 03 2009

Merujuk data sejarah yang ada, sepanjang sejarah Blambangan kiranya tanggal 18 Desember 1771 merupakan peristiwa sejarah yang paling tua yang patut diangkat sebagai hari jadi Banyuwangi. Sebelum peristiwa puncak perang Puputan Bayu tersebut sebenarnya ada peristiwa lain yang mendahuluinya, yang juga heroik-patriotik, yaitu peristiwa penyerangan para pejuang Blambangan di bawah pimpinan Pangeran Puger ( putra Wong Agung Wilis ) ke benteng VOC di Banyualit pada tahun 1768.

Namun sayang peristiwa tersebut tidak tercatat secara lengkap pertanggalannya, dan selain itu terkesan bahwa dalam penyerangan tersebut kita kalah total, sedang pihak musuh hampir tidak menderita kerugian apapun. Pada peristiwa ini Pangeran Puger gugur, sedang Wong Agung Wilis, setelah Lateng dihancurkan, terluka, tertangkap dan kemudian dibuang ke Pulau Banda ( Lekkerkerker, 1923 ).

Berdasarkan data sejarah nama Banyuwangi tidak dapat terlepas dengan keajayaan Blambangan. Sejak jaman Pangeran Tawang Alun (1655-1691) dan Pangeran Danuningrat (1736-1763), bahkan juga sampai ketika Blambangan berada di bawah perlindungan Bali (1763-1767), VOC belum pernah tertarik untuk memasuki dan mengelola Blambangan ( Ibid.1923 :1045 ).

Pada tahun 1743 Jawa Bagian Timur ( termasuk Blambangan ) diserahkan oleh Pakubuwono II kepada VOC, VOC merasa Blambangan memang sudah menjadi miliknya. Namun untuk sementara masih dibiarkan sebagai barang simpanan, yang baru akan dikelola sewaktu-waktu, kalau sudah diperlukan. Bahkan ketika Danuningrat memina bantuan VOC untuk melepaskan diri dari Bali, VOC masih belum tertarik untuk melihat ke Blambangan (Ibid 1923:1046).

Namun barulah setelah Inggris menjalin hubungan dagang dengan Blambangan dan mendirikan kantor dagangnya (komplek Inggrisan sekarang) pada tahun 1766 di bandar kecil Banyuwangi ( yang pada waktu itu juga disebut Tirtaganda, Tirtaarum atau Toyaarum), maka VOC langsung bergerak untuk segera merebut Banyuwangi dan mengamankan seluruh Blambangan. Secara umum dalam peprangan yang terjadi pada tahun 1767-1772 ( 5 tahun ) itu, VOC memang berusaha untuk merebut seluruh Blambangan. Namun secara khusus sebenarnya VOC terdorong untuk segera merebut Banyuwangi, yang pada waktu itu sudah mulai berkembang menjadi pusat perdagangan di Blambangan, yang telah dikuasai Inggris.

Dengan demikian jelas, bahwa lahirnya sebuah tempat yag kemudian menjadi terkenal dengan nama Banyuwangi, telah menjadi kasus-beli terjadinya peperangan dahsyat, perang Puputan Bayu. Kalau sekiranya Inggris tidak bercokol di Banyuwangi pada tahun 1766, mungkin VOC tidak akan buru-buru melakukan ekspansinya ke Blambangan pada tahun 1767. Dan karena itu mungkin perang Puputan Bayu tidak akan terjadi ( puncaknya ) pada tanggal 18 Desember 1771. Dengan demikian pasti terdapat hubungan yang erat perang Puputan Bayu dengan lahirnya sebuah tempat yang bernama Banyuwangi. Dengan perkataan lain, perang Puputan Bayu merupakan bagian dari proses lahirnya Banyuwangi. Karena itu, penetapan tanggal 18 Desember 1771 sebagai hari jadi Banyuwangi sesungguhnya sangat rasional.





Kapitalisasi Pendidikan

19 03 2009

Tahun lalu, saya ikut senang karena anak saya yang diterima di MIN Malang 1 diberi kesempatan membeli buku tidak di sekolah. Pikiran saya, sekolah yang terkenal mahal di kota Malang tersebut tidak hanya memikirkan keuntungan semata. Ini terbukti tidak ada paksaan sekolah harus membeli buku pelajaran di sekolah. Itu ditunjukkan dengan informasi judul buku, siapa pengarangnya, penerbitnya mana disebut lengkap dalam edaran.

Namun demikian, ketika anak saya naik kelas 2, perasaan tersebut harus saya pendam dalam-dalam. Kenapa? Sebab, ketika anak saya diberikan daftar buku pelajaran untuk kelas 2, tidak disebutkan lagi data detail tersebut. Ini berarti, sekolah memaksa murid-muridnya membeli buku-buku di sekolah tersebut.

Saya tidak menyesali anak saya sekolah di sekolah favorit tersebut. Namun, persoalan ini juga menjadi kerisauan para orang tua wali murid yang lain. Beberapa diantaranya, mengeluh karena sekolah tidak memberi kesempatan lagi orang tua membeli buku di luar sekolah, yang tentunya lebih murah. Kejadian ini tentu tidak hanya terjadi pada sekolah tersebut. Pemaksaan yang lebih tragis atas pembelian buku sekolah bahkan muncul di sekolah lain. Bisa jadi, karena ambisi mendapat keuntungan sekolah yang terlalu besar.

Tidak bisa dipungkiri, kapitalisasi pendidikan memang sedang melanda pendidikan di Indonesia. Semua sekolah saling bersaing untuk mendapatkan siswa. Dengan berbagai cara dilakukan. Bagaimana menyusun muatan kurikulum yang lengkap, pelajaran tambahan, pekerjaan rumah yang menumpuk, dan tuntutan lainnya. Saat ini, seolah anak didik ibarat mesin yang harus menghafal pelajaran yang mengarah kepada pendidikan hard skills (menghafal)..

Ini juga tidak semata-mata salah sekolah. Pendidikan jenjang yang lebih tinggi seringkali menuntut anak didik bisa ini dan itu. Mengapa sekolah setingkat SD harus memposisikan anak didik seperti mesin, karena sekolah tingkat SMP menghendaki seperti itu. Kuantitas penerimaan siswa di SMP favorit akan menjadi gengsi tersendiri bagi sekolah. Lihat pula anak TK. Biaya sekolah TK bahkan hampir sama dengan kuliah di PT. Anehnya, pemerintah sengaja membiarkan pendidikan berjalan seperti itu.

Munculnya monopoli buku pelajaran, tentu saja karena semangat sekolah mencetak anak didik yang mumpuni. Hanya seringkali ambisi sekolah mengorbankan orang tua wali murid. Ini belum termasuk sekolah-sekolah swasta yang selalu konflik antar pemilik yayasan, guru-guru dan lembaga yang menaungi sekolah tersebut. Bukan tidak mustahil, itu bermuara pada masalah perebutan pengaruh dan dampak dari kapitalisasi pendidikan.

Sekolah, karenanya sudah menjadi “ladang bisnis” yang mulai menggiurkan. Lihat, berapa banyak TK yang bermunculan dengan biaya tinggi. Artinya, semakin tinggi biaya pendidikannya, TK tersebut dianggap semakin bergengsi. Apalagi, orang tua yang berdiut, merasa naik gengsinya karena anaknya sekolah di lembaga pendidikan mahal.

Kapitalisasi pendidikan tentu saja harus diakhiri. Sekolah tentu saja, punya tanggung jawab besar dalam hal ini. Sekolah seringkali dianggap tidak punya tanggung jawab karena buku-buku pelajaran yang sudah dipakai tahun lalu tidak bisa dipakai lagi untuk tahun depan karena sudah berganti penerbit. Bahkan, ini sengaja dilakukan agar orang tua siswa membeli buku-buku pelajaran, termasuk “memaksa” membeli di sekolah.

Beberapa sekolah di Malang punya kecenderungan seperti ini. Mengapa? Sekolah dan orang-orangnya menikmati kebijakan tersebut. Pihak penerbit juga senang-senang saja yang penting bukunya laku keras. Bahkan, mereka sangat agresif menembus sekolah-sekolah dengan “iming-iming” tertentu.

Sementara itu, pemerintah juga seolah membiarkan hak demikian terjadi. Alasannya, era otonomi. Sehingga, sekolah dibiarkan mempunyai kebijakannya tersendiri, termasuk pengadaan buku sekolah yang berganti setiap tahun.

Tak terkecuali, ambisi orang tua juga terlalu besar. Orang tua seringkali tidak melihat kemampuan anak. Inginnya, diterima di sekolah favorit untuk menaikkan gengsi. Padahal anak didik tidak punya kemampuan seperti itu. Akibatnya, “uang yang berbicara”. Dampaknya, anak tersebut susah mengikuti pelajaran seperti anak-anak lainnya. Kasus “anak titipan” terjadi karena orang tua menganggap bahwa sekolah itu “bisa dibeli”. Tak lain, karena kapitalisasi pendidikan sudah sedemikian akut, bukan hanya masalah buku pelajaran saja, tetapi kasus “anak titipan”.

pernah dimuat harian Surya, 9 Juli 2007

Sumber: http://nurudin.multiply.com/journal/item/37/Kapitalisasi_Pendidikan





CBIS

27 10 2008

CBIS

(Computer Based Information System)

oleh: Romdan M. Rijal

A. Pengertian CBIS

Computer Based Information System (CBIS) atau yang dalam Bahasa Indonesia disebut juga Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan. Istilah-istilah yang terkait dengan CBIS adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer.

Data

Berikut adalah tiga pengertian Data dari sudut pandang yang berbeda-beda:

  1. Menurut berbagai kamus bahasa Inggris-Indonesia, data diterjemahkan sebagai istilah yang berasal dari kata “datum” yang berarti fakta atau bahan-bahan keterangan.
  2. Dari sudut pandang bisnis, terdapat pengertian data bisnis sebagai berikut: “Business data is an organization’s description of things (resources) and events (transactions) that it faces”. Jadi data, dalam hal ini disebut sebagai data bisnis, merupakan deskripsi organisasi tentang sesuatu (resources) dan kejadian (transactions) yang terjadi.
  3. Pengertian yang lain mengatakan bahwa “data is the description of things and events that we face”. Data merupakan deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi.

Jadi data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan merupakan kesatuan nyata yang nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar suatu informasi.

Informasi

Berikut juga akan disampaikan pengertian informasi dari berbagai sumber:

  1. Menurut Gordon B. Davis dalam bukunya Management Informations System :ConceptualFoundations, Structures, and Development menyebut informasi sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang berguna bagi penerimanya dan nyata, berupa nilai yang dapat dipahami di dalam keputusan sekarang maupun masa depan.
  2. Menurut Barry E. Cushing dalam buku Accounting Information System and Business Organization, dikatakan bahwa informasi merupakan sesuatu yang menunjukkan hasil pengolahan data yang diorganisasi dan berguna kepada orang yang menerimanya.
  3. Menurut Robert N. Anthony dan John Dearden dalam buku Management Control Systems, menyebut informasi sebagai suatu kenyataan, data, item yang menambah pengetahuan bagi penggunanya.
  4. Menurut Stephen A. Moscove dan Mark G. Simkin dalam bukunya Accounting Information Systems : Concepts and Practise mengatakan informasi sebagai kenyataan atau bentuk-bentuk yang berguna yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan bisnis.

Dari keempat pengertian seperti tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan hasil dari pengolahan data menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan.

Sistem Informasi

Sistem Informasi merupakan sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya.

Berbasis Komputer

Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer.

Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.

B. Era Globalisasi dan Tingginya Tingkat Kompetisi

Beberapa strategi yang dapat dilakukan setiap perusahaan untuk dapat memenangkan kompetisi yang dilakukan di era yang penuh gejolak ini.

  1. Penguasaan teknologi untuk menghasilkan produk barang maupun jasa.
  2. Peningkatan kualitas sumber daya manusia.
  3. Marketplace yang tepat.
  4. Terbentuknya sistem informasi yang akurat untuk membantu setiap pengambilan keputusan.

C. Sub Sistem dari Sistem Informasi Berbasis Komputer

Sub sistem dari CBIS adalah :

  1. Sistem Informasi Akuntansi
  2. Sistem Informasi Manajemen
  3. Sistem Pendukung Keputusan
  4. Automasi Kantor (Virtual Office)
  5. Sistem Pakar

D. Kontribusi CBIS

Saat ini sistem informasi merupakan isu yang paling penting dalam pengendalian manajemen. Hal ini disebabkan karena tujuan dari pengendalian manajemen adalah untuk membantu manajemen dalam mengkoordinasi subunit-sub unit dari organisasi dan mengarahkan bagian-bagian tersebut untuk mencapai tujuan perusahaan. Dua hal yang menjadi perhatian dari definisi diatas adalah mengkoordinasi dan mengarahkan. Tentu saja dalam dua proses tersebut diperlukan satu sistem agar proses koordinasi dan pengarahan dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.

Manfaat utama dari perkembangan sistem informasi bagi sistem pengendalian manajemen adalah :

  • penghematan waktu (time saving)
  • penghematan biaya (cost saving)
  • peningkatan efektivitas (effectiveness)
  • pengembangan teknologi (technology development)
  • pengembangan personel akuntansi (accounting staff development).

Dengan berbagai manfaat dan kontribusi yang diberikan tersebut, diharapkan setiap perusahaan dapat bertahan dalam arena kompetisi yang semakin ketat.





KETERKAITAN ANTARA DAMPAK TEKNOLOGI INFORMASI DENGAN DIBENTUKNYA UU ITE

18 06 2008

Oleh: Romdan M. Rijal

BAB I
PENDAHULUAN1.1Latar Belakang Masalah
Seiring dengan berkembangnya era globalisasi, perkembangan teknologi semakin pesat terutama teknologi indormasi. Kemajuan teknologi informasi telah mengubah hidup manusia menjadi lebih mudah karena teknologi selalu memanjakan manusia dengan segala kecanggihannya dan daya kerjanya yang efektif dan efisien.
Keberadaan teknologi informasi saat ini tidak hanya digunakan oleh beberapa kalangan saja melainkan semua pihak sudah banyak yang menggunakan teknologi informasi, baik instansi pemerintahan maupun instansi swasta, baik badan usaha maupun masyarakat umum. Instansi pemerintah baik departemen maupun non departemen sudah banyak yang memanfaatkan akan kecanggihan teknologi. Teknologi informasi dalam instansi pemerintahan digunakan untuk mengelola semua jenis data, memberikan informasi dan juga ada yang memberikan fasilitas diskusi secara interaktif melalui situs pemerintah secara Online. Demikian juga halnya dengan instansi swasta atau badan usaha yang menggunakan teknologi informasi untuk mengelola semua jenis datanya, melakukan transaksi penjualan secara online atau yang biasa dikenal dengan sebutan e-commerce.
Namun tidak semua kecanggihan teknologi informasi dipergunakan sepenuhnya untuk hal yang positif. Banyak sekali tindak kriminal yang menggunakan teknologi sebagai fasilitas utamanya. Misalnya saja tindak pembajakan VCD/DVD, pembuatan uang palsu, pemalsuan surat-surat penting, pembobolan rekening Bank yang kesemuanya dilakukan dengan menggunakan teknologi terutama teknologi informasi.

1.2Rumusan Masalah
Berdasarkan atas latar belakang masalah yang ada, maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut:
1)Bagaimanakah perkembangan teknologi informasi dan perannya di Indonesia?
2)Apa sajakah dampak teknologi informasi?
3)Apa sajakah permasalahan yang terkait dengan teknologi informasi?
4)Apakah tujuan dibentuk Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)?

1.3Tujuan Pembahasan
Berlandaskan atas rumusan masalah di atas, tujuan pembahasan makalah ini meliputi:
1)Mendiskripsikan bagaimana perkembangan teknologi informasi dan perannya di Indonesia.
2)Mendiskripsikan dampak dari teknologi informasi.
3)Permasalahan yang terkait dengan teknologi informasi.
4)Mendiskripsikan tujuan dibentuknya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

BAB II
PEMBAHASAN


2.1Perkembangan Teknologi Informasi dan Perannya di Indonesia
Teknologi informasi merupakan teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan menjadi informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis dan pemerintahan. Teknologi informasi menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan komputer satu dengan yang lainnya dan teknologi komunikasi yang digunakan agar data dapat disebar dan dapat diakses secara global.
Perkembangan teknologi informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini diknal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Sekarang ini sudah marak dengan berbagai kata yang diawali dengan huruf “e” seperti e-commerce, e-government, e-education, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, dan yang lainnya lagi yang dipengaruhi oleh elektronika.
Teknologi informasi telah menjadi alat yang sangat penting untuk sekarang ini. Teknologi informasi telah merambah di semua kalangan dan menjadi kebutuhan yang dominan karena perannya di segala bidang yang mengubah segalanya menjadi lebih efektif dan efisien. Peran teknologi informasi telah merambah pada bidang pendidikan, pemerintahan, dan ekonomi bisnis.
Dalam bidang pendidikan, teknologi informasi telah memberikan cara baru dalam belajar. Modul-modul pembelajaran sekarang ini sudah banyak yang dapat ditemukan melalui internet, bahkan pemerintah telah menyediakan modul untuk sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang sudah dapat di-download lewat internet secara legal. Selain itu juga banyak situs selain pemerintah yang menyediakan modul pembelajaran yang dapat diakses secara gratis dan musah.

2.2Dampak Teknologi Informasi
Kemajuan ilmu pengetahun dan teknologi kini telah banyak membantu semua kalangan dalam menjalankan setiap aktivitasnya. Banyak sekali pekerjaan yang terselesaikan dengan lebih cepat karena penggunaan media baru, canggih dan berteknologi tinggi. Kemajuan teknologi telah banyak memberi kebebasan kepada para penggunanya untuk melaksanakan setiap aktifitasnya dengan sebebas mungkin. Misalkan saja kebiasaan mengirimkan surat melalui kantor pos yang biasanya paling cepatsampai kepada penerima, kini dengan adanya teknologi yang berkembang dengan pesat, surat sudah dapat terkirim dan dapat diterima dalam hitungan beberapa menit saja. Kemajuan teknologi ini telah banyak mengandung nilai positif kepada masyarakat, misalkan saja menjadikan kondisi baru berupa kebebasan untuk memilih, menjadikan aktifitas lebih cepat selesai, keakuratan data lebih terjamin, menjadikan pengguna teknologi menjadi pengendali utama, dan terjadinya penurunan biaya.
Selain nilai positif yang telah membantu dalam kehidupan masyarakat, namun keberadaan teknologi ternyata juga mempunyai dampak yang negatif pula. Teknologi yang berdampak negatif disebabkan oleh para pengguna teknologi pula, misalkan saja penggunaan teknologi nuklir, senjata berteknologi tinggi yang digunakan dalam aksi terorisme.
Banyak sekali tindakan kriminal yang diakibatkan oleh kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Istilah yang kini populer oleh pengguna teknologi adalah cyber crime yakni pelaku kejahatan lewat dunia maya atau lewat dunia internet. Aksi kriminal yang terjadi dengan menggunakan teknologi informasi misalkan saja pengrusakan website-website resmi dan legal yang dimiliki oleh beberapa instansi. Selain itu juga sering sekali terjadi tindak pencurian dana kartu kredit melalui pembelanjaan lewat internet.

2.3Permasalahan yang Terkait dengan Teknologi Informasi
Yang menjadi permasalahan dalam transaksi melalui media elektronik atau internet adalah belum terakomodasinya sistem informasi elektronik dalam sistem hukum indonesia secara komprehensif. Belum terakomodasinya sistem informasi elektronik tersebut mengakibatkan sistem informasi rentan untuk diubah, disadap, dipalsukan, dan dikirim ke berbagai penjuru dunia dalam waktu hitungan detik. Dengan demikian dampak yang diakibatkan pun bisa demikian kompleks dan rumit.
Permasalahan yang lebih luas terjadi pada bidang keperdataan karena transaksi elektronik untuk kegiatan perdagangan melalui sistem elektronik (electronic commerce) telah menjadi bagian dari perniagaan nasional dan internasional. Kenyataan ini menunjukkan bahwa konvergensi di bidang teknologi informasi, media, dan informatika (telematika) berkembang terus tanpa dapat dibendung, seiring dengan ditemukannya perkembangan baru di bidang teknologi informasi, media, dan komunikasi.
Kegiatan melalui media sistem elektronik, yang disebut juga ruang siber (cyber space), meskipun bersifat virtual dapat dikategorikan sebagai tindakan atau perbuatan hukum yang nyata. Secara yuridis kegiatan pada ruang siber tidak dapat didekati dengan ukuran dan kualifikasi hukum konvensional saja sebab jika cara ini yang ditempuh akan terlalu banyak kesulitan dan hal yang lolos dari pemberlakuan hukum. Kegiatan dalam ruang siber adalah kegiatan virtual yang berdampak sangat nyata meskipun alat buktinya bersifat elektronik.
Dengan demikian, subjek pelakunya harus dikualifikasikan pula sebagai Orang yang telah melakukan perbuatan hukum secara nyata. Dalam kegiatan e-commerce antara lain dikenal adanya dokumen elektronik yang kedudukannya disetarakan dengan dokumen yang dibuat di atas kertas.
Berkaitan dengan hal itu, perlu diperhatikan sisi keamanan dan kepastian hukum dalam pemanfaatan teknologi informasi, media, dan komunikasi agar dapat berkembang secara optimal. Oleh karena itu, terdapat tiga pendekatan untuk menjaga keamanan di cyber space, yaitu pendekatan aspek hukum, aspek teknologi, aspek sosial, budaya, dan etika. Untuk mengatasi gangguan keamanan dalam penyelenggaraan sistem secara elektronik, pendekatan hukum bersifat mutlak karena tanpa kepastian hukum, persoalan pemanfaatan teknologi informasi menjadi tidak optimal.

2.4Tujuan dan Pengaruh Pembentukan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik terhadap Keberadaan Teknologi Informasi
Fenomena akan meluasnya penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia ini ternyata belum mempunyai kepastian hukum yang jelas. Terbukti sejak masuknya teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia ini masih belum terbentuk satu Undang-undang pun yang mengatur akan hal tersebut. Sehingga pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia masih belum sepenuhnya digunakan untuk hal yang positif. Maraknya aksi pembobolan rekening seseorang melalui internet serta pengubahan data transaksi yang masuk melalui komputer masih belum mendapatkan kepastian hukum, sehingga hal tersebut menjadi suatu hal yang dihalalkan dan dibiasakan.
Fakta menunjukan bahwa masyarakat umum dan perbankan khususnya telah melakukan kegiatan transaksi yang seluruhnya menggunakan teknologi informasi sebagai alat (media). Berdasarkan data transaksi elektronik melalui perbankan di Indonesia (BI 2005); jumlah transaksi mencapai 1,017 milliar (39,9 juta pemegang kartu); dengan nilai transaksi mencapai Rp 1.183,7 trilyun yang dikelola 107 penyelenggara.
Mengingat transaksi elektronik ini meningkat, maka sangat diperlukan payung hukum untuk mengaturnya, untuk itulah UU  ITE menjadi urgen dan mendesak, demikian Dirjen APL Telematika  Depkominfo, Cahyana  Ahmadjayadi.
Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ini sebenarnya sudah diajukan pada tahun 2005, namun baru disahkan pada tahun 2008. Sehingga yang sebelumnya hanya disebut dengan RUU ITE (karena belum disahkan), sekarang disahkan menjadi Undang-Undang nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (karena sudah disahkan).
Disahkannya UU ITE di Indonesia ini membawa angin segar bagi banyak kalangan. Pihak-pihak yang menggunakan teknologi informasi, komunikasi dan elektronik sebagai media dalam melakukan transaksi, seperti e-banking, e-commerce, e-buy telah mendapatkan perlindungan serta kepastian hukum dalam menjalankan transaksinya. Kepastian hukum tentang teknologi informasi, komunikasi dan transaksi elektronik tersebut mendapatkan kepastian hukum, karena Undang-undang tersebut mencakup materi tentang informasi dan dokumen elektronik, pengiriman dan penerimaan surat elektronik, tanda tangan elektronik, sertifikat elektronik, penyelenggaraan sistem elektronik, transaksi elektronik dan hak kekayaan intelektual dan privasi. Yang menjadikan berubah dari dunia maya (cyber) dengan diundangkannya UU ITE saat ini adalah semua hal yang berkaitan dengan informasi, komunikasi dan elektronika dapat dijadikan sebagai bukti dalam proses peradilan serta kegiatan yang berkaitan dengan hal tersebut mempunyai payung hukum.

BAB III
PENUTUPAN3.1Kesimpulan

Perkembangan teknologi informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini diknal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Sekarang ini sudah marak dengan berbagai kata yang diawali dengan huruf “e” seperti e-commerce, e-government, e-education, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, dan yang lainnya lagi yang dipengaruhi oleh elektronika.
Manfaat dari teknologi informasi telah banyak dirasakan oleh banyak kalangan. Namun disamping itu semua, teknologi informasi mempunyai dampak negatif yang dapat merugikan banyak pihak. Aksi kejahatan dengan menggunakan teknoogi informasi sebagai medianya, telah banyak terjadi dan telah banyak merugikan banyak pihak. Pihak yang sering dirugikan adalah kalangan perbankan yang selalu terjadi kasus pembobolan atau pencurian rekening melalui internet dan juga pihak-pihak yang ditipu karena malakukan transaksi melalui internet. Menurut Penulis, banyaknya aksi kejahatan dengan menggunakan teknologi informasi tersebut karena belum jelasnya hukum yang mengatur akan hal tersebut.
Akhirnya pada tahun 2008, Undang-undang yang mengatur tentang Informasi dan Transaksi Elektronik disahkan oleh Pemerintah. Undang-undang tersebut mencakup materi tentang informasi dan dokumen elektronik, pengiriman dan penerimaan surat elektronik, tanda tangan elektronik, sertifikat elektronik, penyelenggaraan sistem elektronik, transaksi elektronik dan hak kekayaan intelektual dan privasi. Jadi diharapkan, dengan disahkannya Undang-undang ini, kepastian hukum tentang informasi dan transaksi elektronik lebih terjamin.

3.2Saran
Dengan melihat isi dari UU ITE demi kamajuan Indonesia, di sini Penulis mengajukan dua saran terkait dengan Undang-undang tersebut, yakni:
1)Mohon ditinjau kembali tentang adanya pasal krusial dalam Undang-undang ini, yakni pasal 27 – 29, khususnya pasal 27 ayat 3 tentang pencemaran nama baik. Terlihat jelas bahwa Pasal tentang penghinaan, pencemaran, berita kebencian, permusuhan, ancaman dan menakut-nakuti ini cukup mendominasi di daftar  perbuatan yang dilarang menurut UU ITE. Bahkan sampai melewatkan masalah spamming, yang sebenarnya termasuk masalah vital dan sangat mengganggu di transaksi elektronik. Pasal 27 ayat 3 ini yang juga dipermasalahkan juga oleh Dewan Pers bahkan mengajukan judicial review ke mahkamah konstitusi. Perlu dicatat bahwa sebagian pasal karet (pencemaran, penyebaran kebencian, penghinaan, dsb) di KUHP sudah dianulir oleh Mahkamah Konstitusi.
Para Blogger patut khawatir karena selama ini dunia blogging mengedepankan asas keterbukaan informasi dan kebebasan diskusi. Kita semua tentu tidak berharap bahwa seorang blogger harus didenda 1 miliar rupiah karena mempublikasikan posting berupa komplain terhadap suatu perusahaan yang memberikan layanan buruk, atau posting yang meluruskan pernyataan seorang “pakar” yang salah konsep atau kurang valid dalam pengambilan data. Kekhawatiran ini semakin bertambah karena pernyataan dari seorang staff ahli depkominfo bahwa UU ITE ditujukan untuk blogger dan bukan untuk pers. Pernyataan ini bahkan keluar setelah Bapak Nuh menyatakan bahwa blogger is a part of depkominfo family (blogger adalah bagian dari keluarga depkominfo). Padahal sudah jelas bahwa UU ITE ditujukan untuk setiap orang.
2)Mohon diperjelas dan diperdetail lagi dengan peraturan dalam tingkat lebih rendah dari UU ITE (Peraturan Menteri, dsb). Masalah-masalah tersebut adalah
a)Spamming, baik untuk email spamming maupun masalah penjualan data pribadi oleh perbankan, asuransi, dsb.
b)Virus dan worm komputer (masih implisit di Pasal 33), terutama untuk pengembangan dan penyebarannya.
c)Kemudian juga tentang kesiapan aparat dalam implementasi UU ITE. Amerika, China dan Singapore melengkapi implementasi cyberlaw dengan kesiapan aparat. Child Pornography di Amerika bahkan diberantas dengan memberi jebakan ke para pedofili dan pengembang situs porno anak-anak.
d)Terakhir ada yang cukup mengganggu, yaitu pada bagian penjelasan UU ITE. Pada bagian tersebut sama persis dengan bab I buku karya Prof. Dr. Ahmad Ramli, SH, MH berjudul Cyberlaw dan HAKI dalam Sistem Hukum Indonesia. Kalaupun Bapak Ahmad Ramli ikut menjadi staf ahli penyusun UU ITE tersebut, seharusnya janganlah terkesan sama persis dengan buku bab 1 untuk bagian Penjelasan UU ITE, karena nanti yang tanda tangan adalah Presiden Republik Indonesia. Mudah-mudahan yang terakhir ini bisa direvisi dengan cepat.

DAFTAR PUSTAKA

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. 2008, (Online) (http://www.ri.go.id/, diakses 1 Mei 2008).
Penjelasan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. 2008, (Online) (http://www.ri.go.id/, diakses 1 Mei 2008).
. 2008. UU ITE, Mutlak diperlukan, (Online) (http://jabar.go.id/user/ detail_berita_umum.jsp?id=588, diakses 4 Mei 2008).
Satria Wahono, R. 2008. Analisa UU ITE, (Online) (http://www.depkominfo.go.id/, diakses 4 Mei 2008).
Soekarna, N. 2001. Dampak Teknologi Informasi. Makalah disajikan dalam seminar sehari tentang Dampak Teknologi Informasi Ditinjau dari Sisi Pendidikan dan Kriminalitas di Bogor, Oktober 2001.
Wardiana, W. 2006. Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia, (Online) (http://www.depkominfo.go.id/, diakses 1 Mei 2008).





Tip Hidup Sehat

8 04 2008

Oleh : Dra. Yuniati Ekaningsih, MM, Puslitbang SDM Balitbang Dephan


HIDUP SEHAT MENURUT Dr. TAN TIEW LIAT

Dengan berbagai pengetahuan yang dimilikinya ia sangat hati-hati mengkonsumsi makanan maupun minuman, ia tidak lagi minum kopi kendati dulu disukainya “Kalau orang setua saya (76 tahun) minum kopi sekali, berarti kortisol dalam waktu 24 jam, kortisol akan berkumpul jika terus mengkonsumsi kopi. Jika sudah demikian, segala penyakit akan datang, misalnya kita akan jadi pikun” katanya.
Air putih adalah minuman terbaik, karena dapat menggelontor lemak-lemak tubuh, seberapa banyak kita minum air putih per hari ? “Ukurannya yaitu sampai urine kita tidak berwarna, urine yang sehat adalah yang bening seperti air ledeng, tidak berwarna”. Katanya.
Dr. Tan menganjurkan kepada pasien-pasiennya untuk makan tomat, dan mentimun, saya perhatikan hanya dalam waktu tiga hari atau seminggu, kondisi kesehatan mereka mengalami kemajuan.
Ia sangat yakin, apabila setiap orang mau menjaga diri dan merawat diri, ia akan mendapatkan kesehatan yang prima, yang mempunyai usia hidup aktif. “Dampaknya tentu sangat positif yang jelas kita tidak merepotkan diri sendiri di usia lanjut dan tidak tergantung pada pasangan , anak-anak, atau orang – orang disekitar kita. Saya mempunyai tujuan mempertahankan anda hidup yang berkualitas demi kemanusiaan dengan mempraktekan kejujuran serta kebenaran untuk tujuan tersebut, tuturnya”.
Apakah yang dimaksud makanan dengan makanan yang seimbang ? Makanan yang seimbang adalah : makanan sehari hari yang mengandung berbagai zat gizi, dalam jumlah dan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan tubuh untuk hidup sehat secara optimal. Komposisinya terdiri dari Karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral.

Ada beberapa cara hidup sehat yang dapat kita lakukan yaitu :

1. Istirahat Cukup : tidur sehari 6-8 jam.

2. Makan makanan yang mengandung gizi seimbang terdiri dari : Karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral dalam jumlah sesuai kebutuhan tubuh untuk hidup sehat secara optimal.

3. Rutin Berolah raga 3 kali seminggu dalam waktu 1/2 -1 jam, tidak perlu memaksa dan membebani tubuh untuk berolah raga, terlalu berat, jalani degan teratur, nyaman dan menyenangkan, kita akan memperoleh hasil yang lebih baik.

4. Kendalikan Stress, melalui banyak cara :
a. Menyanyi
b. Rekreasi
c. Kerja jujur, tulus iklas & cepat
d. Positive Thinking

5. Sabar & mensyukuri nikmat dgn cara :
a. Tidak mudah marah
b. Tidak menganggap kita paling hebat
c. Komunikasi & menyayangi semua orang.
d. Mensyukuri nikmat dengan menyadari bahwa hidup ada akhirnya mensyukuri yang kita dapat, membagi kepada orang yang membutuhkan /beramal.

6. Berdo’a:
a. Supaya selalu diberi kesehatan Jiwa/ Raga
b. Supaya selamat hidup di dunia & akhirat

Bagaimanan Pola makanan yang baik untuk kesehatan jantung.
1. Gunakan aneka ragam bahan makanan dalam menu sehari-hari akan menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pengatur dan zat pembangun bagi tubuh kita.
2. Batasi makanan yang berlemak dan tinggi kolestrol : kuning telur, otak, jerohan, mentega, eskrim, keju, goring-gorengan santan kental.
3. Tingkatkan konsumsi kacang-kacangan dan hasil olahannya : tempe, tahu, susu kedelai.
4. Tingkatkan konsumsi serat : sayur-sayuran dan buah-buahan
5. Batasi pemakaian garam dapur maksimal 5 gm/ hari (1-1,5 sendok teh).

PANCA USAHA JANTUNG SEHAT.

SEIMBANG GIZI

ENYAHLAH ROKOK

HINDARI DAN ATASI STRESS

AWASI TEKANAN DARAH

TERATUR BEROLAH RAGA

CARA MEMASAK MAKANAN RENDAH LEMAK :
1. Dengan micro wave
2. Ditumis, diungkap, dikukus, direbus, dibakar, dipanggang.
3. Sebelum dimasak bahan makanan diambil lemaknya.
4. Gunakan bumbu sebagai pengganti rasa gurih dari lemak
5. Gunakan minyak tak jenuh, minyak jagung, minyak kedelai, minyak kacang tanah, minyak bunga matahari, minyak ikan , minyak jaitun, minyak wijen, minyak kelapa sawit.
6. Batasi makanan yang digoreng.

CARA MENURUNKAN BERAT BADAN :

1. DIET:
a. Diet yang benar yaitu makan 2-3 kali sehari secara teratur dengan gizi seimbang.
b. Kurangi makanan yang berminyak, berlemak dan santan.
c. Kurangi makanan yang manis
d. Perbanyaklah makanan yang mengandung serat seperti sayuran dan buah.
e. Hindari minuman beralkohol.

2. OLAH RAGA.
a. Olah raga secara teratur 3 kali seminggu.
b. Cukup olah raga selama 1/2 hingga 1 jam agar badan tetap fit.
c. Olah raga sesuai dengan usia anda dan kondisi kesehatan anda
d. Tingkatkan kegiatan fisik sehari-hari

3. PERUBAHAN PERILAKU
Bulatkan tekad anda dalam usaha menurunkan berat badan dengan motivasi tinggi dan disiplin tinggi.

Bagaimana Mencegah Hipertensi ?
1. Diet tinggi serat, rendah lemak dan rendah garam
2. Tidak merokok
3. Istirahat cukup
4. Olahraga teratur
5. Menjaga Berat Badan
6. Mengukur tekanan darah secara teratur.

APAKAH PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN HATI ?
1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama.
2. Pola makan yang terlalu berlebihan
3. Tidak makan pagi
4. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.
5. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna, pemanis buatan.
6. Minyak goreng yang tidak sehat, sedapat mungkin dikurangi penggunaannya
7. Jangan mengkonsumsi makan yang digoreng bila kita dalam kondisi penat kecuali dalam kondisi yang fit.
8. Mengkonsumsi masakan mentah (sangat matang) juga menambah beban hati, sayur mayur yang dimakan mentah atau dimasak matang 3/5 bagian , sayur yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan terlalu lama.

BAHAN MAKANAN SUMBER ENERGI
1. Beras, jagung, sagu, ubi dan hasil olahannya
2. Sumber protein : Nabati (Tempe, tahu, kacang-kacangan)
3. Hewani (daging, telur, ayam dan ikan)

SUMBER :

Tips Hidup Sehat, Majalah Kartini, Nomor 2161, 16-30 Maret 2006,

Pola Makan Sehat, online http://budiboga.blogspot.com/2007/05/pola-makan-sehat.html





Kenapa Harus Blogger yang Dipersalahkan

6 04 2008

Oleh: Romdan M. Rijal

Akhir-akhir ini banyak sekali isu dan berita – baik di media massa atau elektronik – yang membahas masalah website pemerintah yang terkena deface. Tidak hanya website pemerintah saja yang terkena dari dampak deface orang-orang pinter di dunia TI, akan tetapi juga sudah merambah pada website golongan-golongan yang mengatasnamakan dirinya parpol (alias partai politik), contohnya website partai Golkar yang terkena dampak deface setelah website Depkominfo.
Siapakah sebenarnya di balik aksi ini? Banyak sekali orang yang berpendapat bahwa itu adalah aksi para Hacker dan Blogger. Salah satunya Roy Suryo – yang dengan bangganya disebut sebagai pakar Telematika Indonesia, yang sebenarnya tidak lain hanyalah seorang yang tidak tahu apa-apa tentang masalah TI) – yang mengatakan hal tersebut (defacing) adalah ulah dari Hacker dan Blogger. Inilah salah kutipan dari komentar Roy Suryo yang dimuat di media elektronika;
“Saya yakin para blogger dan hacker pasti akan melakukan serangan terhadap sistem itu. Tetapi, kemungkinan ancaman tersebut bukan berarti melemahkan niat pemerintah.” [kompas.com]
“Kelompok blogger dan hacker yang selalu bertindak negatif adalah pelakunya. Hal ini membuktikan, yang namanya blogger dan hacker Indonesia belum bisa mencerminkan citra positif.” [detik.com]
Kalau begitu saya yang mempunyai blog ini adalah salah satu dari mereka-mereka yang melakukan aksi defacing juga dong. Benarkah apa yang dikatakan oleh Roy (orang yang menyebut dirinya sebagai sang pakar TI) tersebut, dengan mengatakan asal-asalan tanpa menyelidiki kebenaran dari perkataan yang telah diucapkannya.
Sebenarnya antara Hacker, Cracker dan Bloger mempunyai banyak perbedaan dan itu sudah menjadi hal yang tidak awam bagi para pecinta dunia TI. Akan tetapi sayangnya segelintir orang yang dengan sok tahunya asal-asalan bicara demi memuaskan kepentingan pribadinya. Tidak ada dunia TI jika tidak ada yang namanya Hacker, tidak ada komputer jika tidak ada Hacker, tidak ada internet jika tidak ada Hacker, tidak ada website, blog, email, dan lain-lain jika tidak ada Hacker. Banyak sekali peran dari seorang Hacker dalam pembangunan dunia TI di dunia ini. Hacker adalah orang-orang yang pembangun sistim jaringan pada komputer serta membangun sistim pertahanannya. Akan tetapi banyak orang yang mengatakan bahwa para pembobol sistim jaringan, pengrusak komputer, penyebar virus dikatakan sebagai Hacker. Hal tersebut adalah salah besar dan membuat Hacker sejati membuat kesal akan sebutan tersebut. Hal semacam itu adalah aksi dari seorang Cracker yang selalu merusak, membobol dan lain sebagainya. Jadi biasakanlah untuk membedaan dengan benar antara Hacker dan Cracker. Bapak TI kita – Onno W. Purbo mengatakan dalam sebuah artikelnya mengenai Hacker dan Cracker, sebagai berikut;

“Hacker dengan keahliannya dapat melihat & memperbaiki kelemahan perangkat lunak di komputer; biasanya kemudian di publikasikan secara terbuka di Internet agar sistem menjadi lebih baik. Sialnya, segelintir manusia berhati jahat menggunakan informasi tersebut untuk kejahatan – mereka biasanya disebut cracker. Pada dasarnya dunia hacker & cracker tidak berbeda dengan dunia seni, disini kita berbicara seni keamanan jaringan Internet.”

Itu adalah cuplikan dari tulisan yang dibuat oleh Onno W. Purbo yang dimuat pada salah satu Blog. Dari sini jadi menjadi jelaslah perbedaan antara Hacker dan Cracker.
Selanjutnya bagaimana dengan Blogger yang ikut-ikutan dipersalahkan oleh Roy. Blogger adalah sekumpulan orang-orang yang mencintai duni TI yang tidak mempunyai server dan web hosting sendiri dan bisa juga tidak mempunyai web atas domain sendiri untuk menampilkan semua yang mereka miliki pada website pribadinya. Jadi mereka menggunakan jasa website yang menyediakan pembuatan blog gratis untuk membuat webblog sendiri walaupun domainnya numpang pada web yang menyediakan jasa tersebut. Misalnya ‘romdan.wordpress.com’ atau ‘romdan-laros.blogspot.com’.
Jadi tidak bisa blogger dipersalakan begitu saja karena blogger adalah sekumpulan orang yang ingin menyalurkan hobinya saja di dunia TI dan apakah salah kalau kita ingin menambah wawasan serta pengetahuan pada dunia TI, toh negeri kita menuntut sudah saatnya kita berubah dan generasi muda harus lebih meningkatkan lagi kualitas dari SDM-nya.
Kembali lagi pada bahasan tentang defacing, sebenarnya aksi defacing bukanlah aksi yang asal-asalan merusak website orang. Akan tetapi di balik itu semua mereka ingin menyampaikan pesan mereka tentang keadaan negara yang sudah menjadi tidak terkendali lagi terutama keadaan harga yang tidak ada habis-habisnya malambung tinggi. Tidak ada yang perlu dipersalahkan akan aksi defacing para Cracker ataupun Hacker. Sekarang permasalahannya adalah bagaimana negara memanfaatkan keahlian para Hacker dan Cracker untuk sesuatu yang bisa berguna.
Para Hacker dan Cracker adalah orang-orang yang mempunyai keahlian pada dunia TI baik pada sistim pertahanan ataupun penyusupan (pembobolan). Kalau pemerintah bisa berpikir lebih jauh lagi sebenarnya kedua profesi tersebut bisa dimanfaatkan sebagai Cyber Police untuk mempertahankan keamanan negara lewat dunia maya. Apalagi pemerintah sudah mengesahkan UU ITE yang bertujuan memperbaiki kualitas dari sistem informasi yang tersedia pada dunia TI ini. Tidak ada salahnya kalau orang-orang yang terbiasa dengan pertahanan dan pengrusakan dijadikan sebagai orang yang malah memperkuat sistim jaringan. Logikanya jika seseorang tersebut bisa menerobos sistim jaringan maka seseorang tersebut bisa mengetahui cela yang terdapat pada jaringan tersebut dan jika sudah mengetahui kelemahan tersebut maka tidak asing lagi bahwa mereka mampu untuk mempertahankan dan mengatasi kelemahan tersebut.
Jadi terima kasih kepada Bapak Depkominfo yang mengundang dan mengajak diskusi para Hacker / Cracker / Blogger untuk diajak mempertahankan sistim jaringan negara lewat dunia TI. Ini sama artinya istilah memanfaatkan kekurangan menjadi kelebihan.
Terus berjuang para Hacker, Cracker dan Blogger…kita kembangkan kemampuan kita lewat dunia TI…salam Romdan M. Rijal.